Muhammad Hasyim, Blog’s

PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Posted on: September 21, 2008

PERISTIWA  RENGASDENGKLOK
Proklamasi kemerdekaan RI diawali oleh peristiwa  Rengasdengklok.

·    Tanggal 14 agustus  1945 Jepang menyerah kepada  Sekutu tanpa syarat.
·    Pemuda mengadakan pertemuan  dibawah pimpinan Chairul Saleh tanggal 15 Agustus.
·    Keputusan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah  hak dan masalah rakyat Indonesia sendiri dan tidak tergantung dari bangsa lain atau negara lain.
·    Bung Karno menolak pandangan pemuda dan menyatakan bahwa proklamasi harus diselenggarakan secara revolusi teroganisir tanggal 18 Agustus seperti yang disepakati dalam rapat PPKI.

·    Hatta dan Ahmad Subardjo  berpendapat soal kemerdekaan Indonesia datangnya dari pemerintah Jepang atau dari hasil  perjuangan rakyat Indonesia sendiri  , tidak perlu dipersoalkan, karena Jepang sudah kalah dan yang perlu dihadapi adalah sekutu yang berusaha mengembalikan kekuatan Belanda di Indonesia.
·    Pendapat tersebut tidak ditanggapi oleh pemuda, mereka tetap pada pendapatnya sendiri, sehingga terjadi perbedaan paham antara golongan muda dan golongan tua.

·    Para pemuda membawa Soekarno Hatta ke Rengasdengklok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.
·    Usaha para pemuda untuk menekan soekarno Hatta  untuk segera memproklamirkan kemerdekaan RI tanpa campur tangan Jepang tidak terlaksana di Rengasdengklok
·    Dicapai kesepakatan untuk memproklamirkan kemerdekaan RI di Jakarta tanggal 17 agustus 1945.

PERUMUSAN  TEKS  PROKLAMASI

·    Perumusan teks proklamasi dilaksanakan di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jl. Imam Bonjol (skearang Perpusatakaan Nasional) tanggal 17 Agustus dini Hari.
·    Tokoh yang hadir dari golongan tua adalah : Soekarno, Hatta dan Ahmad Subardja
·    Golongan Pemuda Sukarni, Sudiro dan Bm. Diah
·    Bung Hatta dan Ahmad Subardjo  menyumbangkan pikiran secara lisan dan Bung Karno menulis konsep  proklamasi secara secarik kertas.
·    Sebagai hasil pembicaraan mereka bertiga  diperoleh rumusan teks proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno.

·    Ir Soekarno menyarankan agar naskah proklamsai ditandatangai bersama-sama seperti naskah Declaration of Independent Amerika Serikat, namun ditentang oleh golongan muda.
·    Sukarni yang mewakili golongan muda menyarankan agar ditandatangani oleh Soekarno –Hatta atas nama bangsa Indonesia.
·    Usul Sukarni disetujui oleh hadirin dan Sayuti Melik mengetik naskah tersebut dengan perubahan yang telah disepakati bersama.
·    Untuk menyebarluaskan  berita proklamasi oleh pemuda telah disiapkan lapangan Ikada, namun Soekarno menganggap Lapangan Ikada adalah lokasi yang dapat menimbulkan bentrokan antara rakyat dengan pihak militer Jepang.

·    Disepakati bahwa upacara Proklamasi  Kemedekaan Indonesia dilaksanakan di depan kediaman Ir. Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta, pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.30 di tengah bulan suci Ramdhan.

PEMBENTUKAN LEMBAGA-LEMBAGA KELENGKAPAN NEGARA

PENGESAHAN UUD 45 DAN PEMILIHAN PRESIDEN

·    Tanggal 18 Agustus  1945, PPKI mengadakan sidang untuk pertama kalinya dengan keputusan :
1.    Mengesahkan dan menetapkan UUD 45
2.    Memilih presiden dan wakil presiden
·    Tanggal 19 agustus  1945, PPKI melanjutkan sidangnya, Soekarno menunjuk Mr. Ahmad Subardjo, Sutarjo  Kartohadikusumo, dan Mr. Kasman untuk membentuk panitia kecil yang akan membicarakan bentuk Departemen, bukan personalianya. Rapat  Panitia Kecil dipimpin oleh Otto Iskandardinata.
·    Hasil kerja panitia  kecil dibahas dan menghasilkan keputusan sebagai berikut:

1.    Republik Indonesia dibagi  menjadi 8 Propinsi yang masing-masing dipimpin oleh Gubernur.S0
·    Tanggal 19 Agustus Soekarno, Hatta, Sartono, Suwirjo, Otto Iskandardinata, Sukarjo Wirjopranoto, dr Buntara, Mr. A.G  Pringgodigdo, Sutarjo Kartohadikusumo dan dr. Tajuddin berkumpul di Gambir  Selatan untuk membahas orang yang akan dipilih di Komite Nasional Indonesia Pusat (KNI).
·    Komite ini bertugas membantu presdien  sebelum MPR  dan DPR  terbentuk.
·    Pertemuan ini menyepakati keanggotan KNIP berjumlah 60 orang.

·    Dalam Sidang tanggal 19 Agustus 1945  Panitia kecil  mengusulkan  pembentukan 13 Kementerian yang dibacakan oleh Ahmad  Subarjo
·    Pembahasan mengenai Pertahanan Negara di pimpin oleh Otto Iskandardinata mengusulkan :
1.    Rencana Pembelaan Negara dari BPUPKI yang mengandung unsur politik perang tidak dapat diterima.
2.    Tentara Peta di Jawa dan Bali, serta laskar rakyat di Sumatera dibubarkan, karena bentukan Jepang.
3.    Sidang mengusulkan kepada Presiden untuk  membentuk ketentaraan yang kuat.

·    Sidang menerima, urusan Kepolisan diserahkan ke dalam Departemen  Dalam Negeri.
·    Presiden menunjuk Abdul Kadir (ketua), Kasman Singodimejo, dan Otto Iskandardinata menjadi panitia untuk mempersiapkan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Guru Sejarah belajar nulis tentang apa saja yang teah di sampaikan di kelas jika terdapat kekasalahan ataupun kekurangan mohon untuk memberi komentar di buku tamu, semoga bermanfaat bagi guru-guru yang telah mengenal blog

<a

Anda pengunjung yang ke

  • 35,906 Netter

Status YM

Kaksus Radio

    KasKusRadio - Indonesian Radio

    Kampanye

    Pernak-pernik

    Pesan singkat

    Peta Google

    Negara Pengunjung

    %d blogger menyukai ini: